Kebutuhan Tenaga Profesional Tahun 1995

STIE Miftahul Huda Subang didirikan berdasarkan kesadaran untuk dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional di bidang ekonomi di Kabupaten Subang. Dimulai pada awal tahun 1995, para pemuka masyarakat baik di tingkat Desa Rancasari, Kecamatan Pamanukan maupun di tingkat Kabupaten Subang.

Pada awal tahun 1995, banyak perusahaan yang berdiri di Kabupaten Subang seperti perusahaan nasional PT. Texmaco yang bergerak di bidang tekstil dan otomotif, perusahaan penghasil bibit ayam PT. Japva dan beberapa perusahaan lain yang bergerak pada industri yang berbeda.

Keberadaan perusahaan tingkat nasional tersebut menggugah para pemuka masyarakat baik di tingkat kecamatan maupun Kabupaten Subang untuk dapat menyediakan tenaga kerja putra daerah yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut. Pada masa tersebut di Subang hanya terdapat beberapa perguruan tinggi, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Kutawaringin yang sekarang berubah menjadi Universitas Subang, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Miftahul Huda yang sekarang berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda. Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Huda Subang yang pada saat itu mengelola STIT Miftahul Huda Subang mencoba untuk mendirikan sekolah tinggi bidang ilmu ekonomi.

Pendekatan dengan Tokoh Masyarakat

Pendekatan mulai dilakukan dengan pemuka masyarakat maupun dengan kalangan akademik. Beberapa pelopor pendiri yang pada saat itu dosen dan pengurus yayasan di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Huda, seperti Drs. Abdul Kodir (Dosen STAI Miftahul Huda) dan Drs. M. Kusman (Dosen STAI Miftahul Huda) dengan dikomandoi oleh ketua STAI Miftahul Huda, Drs. H. Hasanuddin mulai mengadakan berbagai perundingan dengan melibatkan tokoh masyarakat di Kabupaten Subang. Pada saat itu Kabupaten Subang tengah dipimpin oleh Bupati Drs. H. Rohimat.

Berdasarkan beberapa perundingan dengan tokoh masyarakat tersebut baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten, berhasil menyepakati berdirinya sekolah tinggi yang mengkaji ilmu ekonomi yang kemudian diberi nama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Miftahul Huda Subang.

Pemberian Status Terdaftar

Berdirinya sekolah secara resmi adalah pada tanggal 14 Juni 1996 dengan dikeluarkannya SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 29/D/O/1996 dengan pemberian status terdaftar pada Jurusan Akuntansi Program Studi Akuntansi dan Jurusan Manajemen Program Studi Manajemen dan ditandatangani oleh Dirjen Dikti, Bambang Suhendro. Tanggal 14 Juni tersebut disepakati sebagai hari dies natalis STIE Miftahul Huda Subang.

Pada tahun akademik 1996/1997, STIE Miftahul Huda Subang mulai menerima mahasiswa baru sebanyak 15 orang yang terdiri dari 7 orang mahasiswa akuntansi dan 8 orang mahasiswa manajemen. Pemberian status terdaftar tersebut cukup unik karena penerimaan mahasiswa dilakukan setelah proses pemberian status terdaftar dilakukan tidak sebelum pemberian status tersebut yang dilakukan di banyak perguruan tinggi.

Pemberlakuan Sistem Ujian Negara

Perkembangan jumlah mahasiswa STIE Miftahul Huda Subang sangat lambat. Hal ini berkaitan dengan pemberlakuan sistem ujian negara yang sangat susah ditempuh oleh mahasiswa sampai periode 2002-an. Sampai tahun tersebut jumlah mahasiswa tidak lebih dari 100 orang yang terdiri dari mahasiswa manajemen dan mahasiswa akuntansi.

Mahasiswa sangat sulit menjawab pertanyaan yang diajukan karena yang menguji mereka bukan dosen yang memberikan mata kuliah melainkan yang ditunjuk oleh Kopertis. Soal yang diberikan terkadang tidak sesuai dengan materi yang diajarkan di kelas. Hal ini menyebabkan tingkat kelulusan mahasiswa sangat rendah dan sebagian mahasiswa memilih untuk mengundurkan diri.

Pemberlakuan Sistem Pendidikan dengan Otonomi

Namun setelah otonomi pengelolaan perguruan tinggi diberlakukan oleh pemerintah maka dampaknya sangat terasa bagi perkembangan jumlah mahasiswa di PTS ini. Jumlah mahasiswa di PTS ini mulai meningkat. Tercatat sampai akhir tahun 2007 atau lima tahun setelah pemberlakuan sistem tersebut jumlah mahasiswa STIE Miftahul Huda Subang meningkat signifikan sebesar 190 orang yang terdiri dari 130 orang mahasiswa program studi Manajemen dan sisanya mahasiswa Akuntansi.

Pencapaian Akreditasi BAN-PT

Pada saat ini dua program studi di STIE Miftahul Huda Subang telah terakreditasi. Program studi Manajemen telah memperoleh status terakreditasi B berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) nomor 156/SK/BAN-PT/Ak-SURV/S/V/2014 tanggal 28 Mei 2014, menyusul kemudian program studi Akuntansi memperoleh status terakreditasi B dengan Surat Keputusan BAN-PT nomor 462/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2014 tanggal 8 Desember 2014.