Analisis Kredit Bermasalah pada BPR Gede Artha Guna Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Mifda
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Mifda
Vol. 6 No. 2, September 2017
Oleh: Kiryoto Sembiring

Abstrak

Penyediaan fasilitas kredit selalu diikuti oleh berbagai jenis risiko. Risiko kredit yang paling umum adalah ketidakmampuan debitur untuk membayar kembali kewajibannya dalam bentuk pinjaman pokok dan bunga pinjaman, menyebabkan kredit macet. Masalah pinjaman adalah pinjaman yang harus diselesaikan dan ditujukan untuk menghindari kerugian di bank. BPR GEDE ARTHAGUNA Kecamatan Pagaden Subang adalah salah satu lembaga perbankan yang tidak dapat dipisahkan dari kredit macet, membutuhkan penyelesaian pinjaman yang mengalami masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penyelesaian kredit bermasalah di BPR GEDE ARTHAGUNA. Teknik sampling yang digunakan adalah penunjukan informan dalam penyelesaian kredit bermasalah. Adapun informan dalam penelitian ini adalah karyawan kredit BPR GEDE ARTHA GUNA dan debitur. Nya atau dari penelitian ini menunjukkan bahwa persentase kredit bermasalah pada tahun 2014 – 2018 berfluktuasi dan cenderung meningkat. Resolusi permasalahan piutang BPR GEDE ARTHAGUNA dalam bentuk restrukturisasi kredit termasuk penjadwalan kembali, restrukturisasi dan penyitaan agunan.

Kata kunci: risiko kredit, kredit macet, penyelesaian utang bermasalah